A.
PENDIDIKAN KIMIA
DI JERMAN
Pelajaran kimia
di Jerman mulai diajarkan saat siswa berada di kelas 7 atau 8 (dengan umur ± 13
tahun) dengan waktu 2 jam/minggu selama 3 tahun. Kemudian ketika sudah lulus
dari kelas 10, siswa memiliki porsi belajar kimia lebih banyak yaitu 6
jam/minggu.
Di dalam buku
pelajaran kimia, biasanya tiap bab diawali dengan gambar atau hal-hal yang
berhubungan dengan kegiatan sehari-hari kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah
untuk melakukan eksperimen, karena kimia merupakan sains eksperimental sehingga
mereka percaya bahwa kimia harus dieksplor dengan melakukan percobaan,
mengamati, menjelaskan, dan menemukan beberapa konsep umum serta aturan-aturan
dalam kimia.
Selanjutnya saat
siswa naik kelas 11 dan 12 (atau 12 dan 13), mereka harus belajar (kursus) 3
jam/minggu untuk pelajaran dasar dan 5 jam/minggu untuk pelajaran kimia (jika
mereka memilih kimia). Namun jika mereka tidak memilih untuk melanjutkan
belajar kimia maka mereka harus mengambil pelajaran sains yang lain. Pelajaran
kimia yang diperkenalkan kepada siswa biasanya dimulai dari konsep kehidupan
sehari-hari yang umum (dari hal-hal sederhana menuju hal-hal yang kompleks)
dengan harapan siswa dapat mendapatkan taste
tentang apa yang dapat mereka eksplor berkaitan dengan kimia sehingga ini dapat
membuka rasa ketertarikan siswa untuk melakukan research.
Bagaimana cara
jika kita ingin menjadi guru kimia di Jerman? Untuk menjadi
guru kimia di Jerman tentu harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dimana
dalam perguruan tinggi (di Jerman) mahasiswa yang ingin menjadi guru kimia
tidak hanya mengambil kimia tetapi harus belajar dua subjek dengan
mengkombinasikan kimia dengan subjek yang lain, misalnya dengan Bahasa Inggris.
Tahapan untuk menjadi guru kimia secara singkat adalah menyelesaikan S1 (3 tahun) dan S2 (2 tahun), kemudian
dilanjutkan dengan magang di sekolah selama 2 tahun, dan terakhir adalah state exam.
B. PENELITIAN INOVASI KURIKULUM
Penelitian ini
dilakukan untuk mencoba mengkaji topik yang bisa relevan untuk perubahan yang
terjadi 20 tahun ke depan dengan cara berupaya membuat eksperimen-eksperimen
baru. Penelitian yang dilakukan berfokus pada energi dan perubahan energi.
Beberapa pertanyaan yang mendasari penelitian:
1. Perubahan Energi pada Sel Surya (energi panas menjadi energi
listrik)
Sel surya
berbasis silikon memiliki efisiensi di atas 20%, namun produksi sel surya
berbasis silikon sangat memakan energi (energy
consuming). Sehingga muncul pertanyaan adakah alternatif pengganti untuk
sel surya? Inovasi yang diberikan adalah sel tipe Gratzel dengan titanium dioksida (TiO2).
2. Perubahan Energi pada Sel Bahan Bakar (energi kimia menjadi
energi listrik)
Beberapa contoh
bahan bakar yaitu bahan bakar dari hidrogen, dan agen pengoksidasi seperti
oksigen. Pertanyaan yang muncul yaitu adakah alternatif untuk sel bahan bakar
alkalin? Inovasi yang diberikan adalah sel bahan bakar biologis dengan
mikroorganisme (ragi).
3. Perubahan Energi pada Fotosintesis (energi cahaya menjadi
energi kimia)
Fotosintesis
merupakan dasar kehidupan di planet bumi karena dari proses fotosintesis ini
lah terjadi penyerapan karbondioksida dan kemudian menghasilkan oksigen yang
digunakan oleh makhluk hidup untuk bernafas. Namun fotosintesis secara alami
memiliki tingkat efisiensi yang rendah (1-2%). Pertanyaan yang muncul yaitu
adakah fotosintesis buatan dengan pembentukan sumber energi serbaguna? Inovasi
yang diberikan adalah produksi fotokatalitik hidrogen.
Dari
pertanyaan-pertanyaan di atas, maka dibuat projek E3 (Exploring Energy by Experiments) dimana
program ini diadakan untuk siswa kelas 11-13 dan dilakukan di laboratorium
siswa “Chemis-Labothek”. Projek ini akan
fokus pada penelitian tentang energi dan perubahan energi dengan prinsip classic meets innovation.
|
|
Perubahan Energi
|
Klasik
|
Inovasi
|
|
Station 1
|
Energi cahaya → energi
listrik
|
Sel surya silikon (panel)
|
Sel fotogalvanic TiO2
|
|
Station 2
|
Energi kimia → energi listrik
|
Sel bahan bakar alkalin
|
Sel bahan bakar
mikrobiologi (ragi)
|
|
Station 3
|
Energi cahaya → energi kimia
|
Fotosintesis dengan elodea
|
Eksperimen photo-blue-bottle (botol cahaya biru)
Produksi hidrogen
fotokatalitik
|
C. KESIMPULAN
1. Integrasi topik terkini
tentang pelajaran kimia sangat memungkinkan dan dapat dihubungkan dengan konten
dan topik klasik tentang kimia.
2. Adanya eksperimen
mengenai konversi energi dapat menimbulkan kepekaan siswa untuk mempertanyakan
suplai energi yang ada.
3. Membandingkan beberapa
eksperimen dapat membantu siswa untuk memahami perubahan energi sebagai prinsip
utama.